Setitik asa Hawa


Assalamu’alaikum Wr.Wb.

Alhamdulillah, kita berjumpa lagi. Bagaimana kabar anda semua? Semoga Allah SWT senantiasa melindungi kita dan selalu menempatkan kita di dalam golongan orang-orang yang beriman, “aamiin “.

Sholawat serta salam kepada junjungan Nabi Muhammad SAW, keluarga beserta para sahabat.

Tulisan ini dibuat sejenak dalam perenungan saya, terlintas kenapa saya tidak mengungkapkan pada kebanyakan realita yang ada. Satu kata yang terlintas yaitu kata ” wanita “. Banyak sekali yang bisa dibahas tentang wanita. Tulisan ini bukan berarti hanya untuk dibaca kaum hawa saja, namun tidak ada salahnya kaum adam juga turut merenungkan. Diangkat dari banyaknya curahan hati sahabat-sahabat saya tentang kehidupan mereka. Yang kebanyakan adalah wanita. Betapa membuat hati ini pilu dan sedih, mendengar dan melihat begitu banyak kisah sedih mereka. Namun, salut buat kalian yang masih tetap kuat dan tabah. Wanita  adalah makhluk yang sangat luar biasa.

Mari kita simak Al-Qur’an Surat An-Nisaa Ayat 34, berikut:

an-nisa-34

 

 

 

 

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita yang saleh, ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri, ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya , maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka. Kemudian jika mereka mentaatimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya . Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar.

 

Kalau yang baca kaum adam, komennya pasti bilang begini ” nah tuh…. jadi wanita yang nurut ama suami, dosa ga nurut”.

Bagaimana kalau komennya kaum hawa? Dan semua kaum hawa juga sudah pasti tahu kalau memang tugas seorang istri harus tunduk dan patuh terhadap suami. Namun ada pertanyaan lain lagi ni, bagaimana kalau seorang suami tidak menafkahi sang istri?. Ada yang punya pendapat silahkan komen ya.

Ini sebagai pembahasan bersama, bukan untuk memperkeruh suasana atau adu pendapat, namun mencari solusi yang baik dan diridhoi Allah SWT.

Perlu diingat, ketika ijab Qabul, seorang laki-laki telah bersumpah atas nama Allah meminang seorang wanita. So, jangan main-main, kalau main-main Allah SWT murka. Allah SWT sudah menitipkan seorang istri di dalam penjagaan seorang suami. Wahai suami di luar sana, ingat jaga dan pergauilah istrimu dengan baik.

Kembali ke permasalahan.

Namun dilihat dari realita sekarang ini, banyak suami yang malas dan untuk memenuhi kebutuhan keluarga, sang istri harus bekerja. Padahal di Al-Quran sudah jelas, laki-laki adalah pemimpin kaum wanita. Bagaimana dikatakan pemimpin, kalau seperti itu. Nah, kalau sudah seperti itu, bagaimanakah seorang istri harus menghadapi situasi seperti itu?

Pasti ada yang bilang, ” nasehatin dong suaminya biar bekerja! “.

Saya akan mengatakan ” I am agree”

Namun ada komen lagi dari kaum hawa, ” jika sang istri sudah menasehati bahkan mengingatkan, namun hanya dikatakan bawel…. sang istri harus berbuat apa lagi?, takkan tiap hari, lama-lama jenuh dan capek”.

“Waduh” kata saya. Kalau sudah begitu akhirnya tidak ada komunikasi yang baik antara suami-istri. Hal itu akan memperkeruh suasana. Betul tidak?

Harus ada kesadaran diri dari sang suami, tanpa paksaan dari pihak manapun akan kewajiban dan tugasnya apa? Takkan tidak ada rasa kasihan sedikitpun? Parah sekali kalau tidak ada kesadaran dan perasaan bersalah sedikitpun. Pertanyaannya, kapan dirinya berubah?

” Hanya Allah Yang Maha Tahu” jawab saya.

Yang jelas, wahai kaum hawa diluar sana dimanapun anda berada. Introspeksi diri dan berserah diri seluruhnya kepada Sang Pencipta adalah kunci dan solusi terbaik. Setiap doa anda wahai kaum hawa yang terdzolimi, pasti didengar oleh Allah SWT. Pesan saya, Jangan menyerah dan berputus asa. Setiap usaha dan doa anda pasti tidak akan sia-sia. Terus ketuk hati dia, jangan bosan, dan terus lakukan apa yang kamu bisa, yang penting jalan yang anda ambil jalan yang benar dan diridhoi Allah SWT.

Meskipun, pahit yang anda rasakan. Namun, tetap berikanlah senyuman termanis anda setiap harinya. Ketabahan anda, suatu hari nanti pasti akan mengetuk pintu hatinya. Dan keringat yang anda kucurkan niatkan untuk beribadah kepada Allah SWT. InsyaAllah anda akan mendapatkan yang terbaik langsung dari Allah SWT.

Saya salut untuk anda, wahai kaum hawa yang masih tetap kuat berdiri untuk berjuang untuk keluarga. Jangan lupa sholatnya diperbaki yang 5 waktu, syukur alhamdulillah dilengkapi dengan shloat sunat. Jangan jadi orang yang merugi wahai kaum hawa, dengan melupakan Al-Quran. Bacalah semampu anda setiap harinya, tidak peduli sesibuk apa anda. Berbuat baiklah terhadap sesama.

Untuk  Kaum adam, coba renungkan juga ya.

Doa saya, semoga anda semua menjadi keluarga SAKINAH, MAWADAH, WARAHMAH.

Mohon maaf, apabila ada kesalahan dalam penulisan ini. Semoga Allah SWT selalu meridhoi jalan kita “aamiin”.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

Cintaku


Bukan maksud aku yang tak tahu diri ini untuk melampaui batas kemampuan. Namun hati ini sudah tak tertahan lagi untuk melihat dan menciummu. Mengagumi sesuatu yang terindah dan sungguh luar biasa. Bertahun-tahun aku mencoba untuk mengumpulkan rupiah demi rupiah untuk datang padamu. Aktifitas kesibukan kota Jakarta yang menjemukan dan sungguh membuatku bosan padanya. Ingin aku merehatkan sejenak pikiran dan hatiku hanya pada-Mu. Mungkin belum berjodoh ataukah masih belum waktunya. Masih tersimpan rahasia yang semakin kunanti semakin ku dibuat gemas olehnya.

Tak ada yang mengerti apa yang kurasakan, perasaan yang menggebu-nggebu untuk segera pergi. Ku luahkan hatiku pada kekasih hatiku. Hanya cibiran yang aku dapat. Semakin kesal aku dibuatnya. Pada bulan Ramadhan tahun ini, aku mencoba untuk memperbaiki diri. Mempersiapkan diri agar bisa segera menemuimu. Banyak halangan dan rintangan. Melihat dari kondisi saat ini, kalau aku memaksa untuk pergi, egoiskah aku?

Perasaanmu tak sekuat aku, kekasihku. Kalau aku pergi dan engkau tidak pergi, akankah aku menjadi seorang istri yang tidak berbakti? Sedangkan dengan melihat kondisimu saat ini, sungguh aku prihatin. Janji yang begitu ringan saja tidak mampu engkau penuhi. Apalagi hal yang luar biasa seperti ini. Apapun keputusan kamu, haruskah aku diam dan menerima segalanya? Atau aku harus gerakkan tangan dan kakiku untuk terus melangkah. Sedangkan aku harus meninggalkanmu dibelakang?

Ya Allah.. Ya Rabbi tunjukkanlah jalan mana yang harus hamba tempuh…

Berkah dalam Sedekah


Semenjak kaki ini menginjakkan di kota bekasi pada tanggal 8 januari lalu, hujan terus mengguyur. Bahkan daerah yang biasanya tidak terkena banjir, mendadak air mulai menggenang dan meninggi. Berita tentang meluasnya wilayah banjir pun di siarkan diberbagai televisi. Saya pribadi belum pernah mengalami langsung kejadian banjir. Sekarang baru saya tahu bagaimana rasanya. Rumah saya yang terletak di Griya Bekasi Permai Setu terkena banjir hingga 1 meter. Selama musim penghujanpun agar disarankan untuk tinggal di Pondok Pekayon Indah bersama keluarga mertua. Meskipun kadang kalau 3 hari hujan berterusanpun tetap menggenang air di sepanjang jalan, namun akses untuk mendapatkan bahan makanan  masih bisa diatasi. Namun yang jadi pertanyaan dibenak saya, bagaimanakah di kawasan yang lain yang selama berhari-hari terendam banjir? Untuk di ibukota Jakarta tercatat terdapat 7000 penduduk yang sudah diungsikan. Namun, bagaimana penduduk yang belum sempat ataupun masih dalam posisi terjebak banjir? Ternyata bantuan belum bisa merata, mengingat banyaknya jumlah penduduk yang terbagi dalam beberapa pos diseluruh wilayah. Untuk daerah dipinggiran kota seperti yang terletak di Muara Gembong, ternyata sampai saat ini masih terjebak banjir, kurang lebih sudah 15 hari air belum surut. Bahkan di prediksi akan ada hujan berterusan pada akhir januari ini.

Suatu kehormatan bagi saya, bisa tergabung dalam kesatuan Tim Bantuan Banjir di posko bantuan banjir Pondok Pekayon Indah di cc 30. Bersama Ibu- ibu Majlis taklim Nurul Sa’adah juga kesatuan Ibu-ibu PKK rt 03 rt 05 PPI, menggadakan penggalangan dana pada tanggal 20 january. Alhamdulillah, kepedulian di komplek perumahan cukup tinggi, sehingga kami tidak mengalami kesulitan yang berarti. Selama tiga hari berturut-turut, kami pergi ke lokasi banjir yang terletak di rawa lumbu dan pangkalan bambu untuk memberi bantuan logistic. Dan pada tanggal 26 januari, kami mengirimkan beberapa bantuan ke lokasi yang berbeda yaitu di Muara Gembong yang saat ini masih terendam banjir.

Melalui medan yang cukup berbahaya karena jalan masih tertutup air, sempat salah satu mobil terjebak dan tidak bisa bergerak selama setengah jam. Dan atas bantuan warga alhamdulillah mobil bisa bergerrak dan melanjutkan misi ke wilayah banjir. Karena semakin ke depan kedalaman air semakin bertambah, akhirnya kami berhenti di posko yang terletak di masjid At Takwa muara gembong.

Kedatangan kami di sambut baik segenap warga dan panitia. Alhamdulillah dah sampai di lokasi.

Semoga dapat bermanfaat dan terimakasih kepada teman-teman yang sudah memberikan bantuannya, sungguh sangat berarti dan semoga Allah SWT memberikan balasan yang berlipat – lipat aamiin. Terima kasih yaaaaaaa……….

IMG_1179[1] IMG_1241 IMG_1238 IMG_1164[1]

 

PAUD PERMATA IBU


Assalamualaikum
Apa kabar semuanya? Bertemu kembali dengan saya, maaf ni ngganggu… tapi saya harap teman teman semua mau baca meski hanya sekilas, jangan bosan dan jangan marah ye… tak kenal maka tak sayang , tak sayang maka tak cinta… ni dia.

Paud Permata Ibu didirikan kurang lebih 2 tahun yang lalu.Penggagasnya adalah para Ibu PKK desa Kaliabu.Beralamat di dusun Ngampel Kaliabu yaitu disebuah rumah salah satu warga di desa tersebut karena belum memiliki bangunan sendiri. Paud ini, telah pun meluluskan dua kali kelulusan. Paud Permata Ibu ini diketuai oleh Ibu Siti Juwariyah dan di bantu oleh tiga sukarelawan tenaga pendidik sebagai tim guru. Salut buat mereka..yang tak pernah bosan untuk berbagi Ilmu.

IMG_0927[1]

 

 

 

 

 

 

Kali ini kurir sosial UT- Pokjar Kuala Lumpur menyempatkan bertemu dengan anak-anak dari Paud Permata Ibu dan mengikuti kegiatan belajar mengajarnya. Namun, sebelum kegiatan belajar dimulai ” bersihkan ruangan dulu yukk….wuihh….. banyak air menggenang ni, tadi malam hujan deres dan kondisi atap memang pada bolong ”

IMG_0904[1]

IMG_0911[1]

 

 

 

 

 

 

Ruangan dah siap ni, ” adek adek…ayuk bentangin tikar-tikarnya dulu ya….”. Serasa kembali menjadi anak kecil lagi ni saya. Acara dimulai dengan berdoa bersama-sama dan dilanjutkan dengan menyanyi. Nyanyiannya juga mengandung pelajaran juga ya.. ” asyeeeek “. Melihat keceriaan anak-anak membuat saya bersemangat ni untuk meliput lebih jauh lagi kegiatan mereka. Selain disini diajarkan bagaimana cara menghormati orang tua, menjadi anak yang baik dan bertanggung jawab, dibangun rasa percaya diri dan kemandirian juga diajarkan menghafal doa-doa. ” Hebat ya.. anak-anak kecil ini”.

IMG_0921[1]

IMG_0923[1]

 

 

 

 

 

 

Namun, saya melihat diruang sebelah, ternyata buku-buku dan juga mainan masih sangat minim sekali. Bagaimana proses belajar mengajar bisa berjalan lancar ya????

IMG_0908[1]

IMG_0913[1]

 

 

 

 

 

 

Teman- teman, yang membuat saya menghadirkan tulisan ini, karena ingin mengajak teman-teman semua untuk peduli kepada anak-anak bangsa ini agar mereka mendapat pendidikan yang layak sehingga sebagai generasi bangsa mereka dapat menjadi generasi yang berakhlak mulia. Jangan biarkan generasi para koruptor ataupun sebangsanya bercokol di negeri ini terlalu lama. Mulailah dari kita mengkontribusikan diri kita untuk anak-anak seperti mereka. Maka kita berpartisipasi untuk membangun bangsa ini agar lebih baik.

Teman-teman, mari kita bantu anak-anak bangsa kita dimanapun mereka berada. Senyuman mereka akan menjadi kebahagiaan untuk kita semua.
Bantuan dalam bentuk apapun bisa berupa buku-buku ataupun mainan akan sangat berarti buat mereka. Mari berikan senyuman kepada mereka…

Melalui

Dwi Agnita Rusniati
Ngampel Kaliabu Rt:01/Rw:01Salaman Magelang Jawa Tengah Indonesia 56162

Ataupun

Rek BRI 3083-01-008700-53-4

fb : Dwi Agnita Rusniati
twitter : @dwiagnita
Hp : 081915486806

Bantuan anda semua, akan kami salurkan langsung kepada yang membutuhkan, tanpa perantara apapun, tanpa unsur politik apapun.
Berbagi itu indah. Jadikan hidup kita bermanfaat untuk sesama.

Terima Kasih bagi yang sudi berkunjung.

Wassalamualaikum

UT-Pokjar Kuala Lumpur Peduli terhadap sesama


Ketika melihat langit yang cerah nampak biru begitu indah dan memukau, ketika diri ini melihat betapa generasi muda kurang akan ilmu keagamaan, membayangkan bagaimana masa depan bangsa kita? begitu  menyedihkan seperti langit biru yang tertutup awan gelap, dingin suram tiada bermaya. Buka pintu hati dan pikiran kita untuk melihat dengan nyata, ternyata disekeliling kita betapa kurangnya tingkat pendidikan moral dan akhlak. Siapa yang bertanggung jawab akan adanya dekadensi moral? kita semua bukan. Jadikan hidup kita bermakna dan berguna untuk sesama. Coretan ini, penulis buat dalam rangka penyampaian amanat oleh teman – teman di UT- Pokjar Kuala Lumpur sebagai Aksi sosial kita yang digalang menjelang Hari Raya Idul Adha, dan inilah Project Pertama yang diadakan.

Location          :  Madrasah Diniyah Roudlotussalam

Alamat                         : Ngampel rt 01/01 Kaliabu Salaman Magelang

Madrasah ini didirikan kurang lebih satu tahun yang lalu atas banyaknya keinginan warga yang ingin meningkatkan pendidikan agama untuk putra-putri mereka, karena selama ini belum ada suatu majlis pendidikan tentang agama, hanya ada dibangku sekolah biasa, dan hal itu dirasa tidak mencukupi. Gagasan tersebut disampaikan kepada Bapak Kyai Supardi beserta Bapak Kyai Komari yang merupakan pengurus Mushola Al- Fallah di desa Kaliabu Dusun Ngampel.

Sistem belajar mengajar sudah berjalan kurang lebih satu tahun dengan metode yang digunakan belajar membaca dan menghafal Al-Qur’an serta mentelaah berbagai kitab meliputi mempelajari fiqih dan aqidah agama Islam.

Pada saat ini tercatat 77 anak yang sudah mengikuti kelas rutin yang diadakan tiap sore pukul 3.30 sampai pukul 5.00. Dan diajar oleh para guru mengaji yang sangat luar biasa dari lulusan pondok pesantren dan guru – guru dari sekolah terdekat. Dan perlu diketahui beliau- beliau mengajar merupakan guru-guru sukarelawan dan digaji oleh Allah SWT “aamiin aamiin aamiin”. Salut buat perjuangan beliau- beliau.

Yang amat bikin saya salut lagi, ternyata ruang untuk belajar masih meminjam sebuah mushola kecil yaitu Mushola Al- Fallah Ngampel Kaliabu. Padahal untuk menampung 77 murid tempat tersebut tidak mencukupi. Dan terpaksa harus meminjam sebuah rumah penduduk yang berhampiran untuk  proses belajar mengajar. Karena untuk 77 murid dibagi kedalam 4 kelas yaitu dibedakan antara anak anak yang belum mengenal sama sekali huruf hijaiyah dan yang sudah mahir ataupun kelas tajwid dan lain sebagainya.

Sudah dibentuk suatu kepengurusan untuk Madrasah Diniyah Roudlotussalam, dan kepengurusan di ketuai oleh Bapak Muh Sholeh yang merupakan salah satu guru pengajar di Madrasah. ” Kami berencana ingin membangun gedung untuk proses belajar mengajar di samping Mushola Al – Fallah ini, dan masih dalam proses penggalangan dana” ujar beliau.

Dengan diadakannya madrasah ini semoga mampu melahirkan generasi –generasi bangsa yang berakhlak mulia” aamiin “. Untuk tim pengajar tetap semangat dan teruskan perjuangannya.

Bagi teman teman yang ingin mendapatkan tiket ke surga ayuk buruan!!!!!!!, masih ada banyak peluang kok

rek BRI 3083-01-008700-53-4 atas nama Dwi Agnita Rusmiati dan bisa dilakukan konfirmasi di

dwiagnitarusniati@gmail.com (via E-mail )

@DwiAgnita ( via twitter )

tunggu reportase berikutnya ya………. 

Dwi Agnita Rusniati ( via fb ) 

IMG_0836[1] IMG_0849[1] IMG_0843[1] IMG_0835[1]

 

 

By Kurir Sosial UT-Pokjar Kuala Lumpur

 

Baju Batik buat Ayah


SONY DSC

 

 

 

 

 

 

Langit yang terbentang luas, dihiasi awan biru yang megah dan indah dengan awan putih menggumpal seperti kumpulan kapas. Matahari yang terik tambah memperindah suasana alam. Di kanan di kiri pohon pohon menjulang tinggi ke langit, suara burung berkicauan saling bersautan seperti mengajakku bercerita. Ku ayunkan kakiku disebuah jalan kecil di tengah alas yang banyak pohon kopi dan jati ini. Ada juga pohon pisang dan jauh mata memandang ada hamparan padi hijau yang menambah segar udara. Rasa syukurku kepada Allah SWT, aku dilahirkan di negeri yang indah dan di desa yang asri ini.

Terus kulangkahkan kakiku menuju ke alas seberang yang masih 2 km lagi untuk aku tempuh. Dengan membawa bungkusan berisi makanan untuk aku berikan kepada ayahku tercinta. Tak lupa aku membawa air minuman untuk ayah. Terus ku ayunkan kakiku karena hari sudah siang, takut ayah sudah kelaparan. Melalui alas jati dan sawah sawah juga menyeberangi sungai, sampailah aku pada sebidang tanah yang penuh dengan pohon rambutan.

” assalamualaikum ” salam ku

” waalaikumsalam ” Jawab ayah, menghentikan ayunan kapaknya.

Kulit sawo matang kelihatan mengkilat penuh dengan keringat dibawah terik matahari. Itulah ayahku, yang rajin bekerja demi keluarganya. Aku selalu kagum dengan sifat ayah yang tak pernah menyerah. Meski kami hanya hidup pas pasan, tapi kami bahagia. Bajunya yang koyak koyak masih saja beliau sayang dan dipakai meski hanya untuk dirumah ataupun untuk pergi ke alas. Ayah selalu bilang ” sih iso dienggo …ojo dibuang maneman” ( masih bisa dipake jangan dibuang, sayang ) . Kata kata masih terngiang ditelingaku. ” tak tumbaske baju batik sing apik pak nak aku wis gede… mangke saget damel kondangan ” ( saya belikan baju batik yang bagus pak, nanti kalau saya dah besar.. biar bisa dipake buat kondangan) kataku pada ayah. Ayah hanya tersenyum tersenyum saja.

“Pak…sepuntene telat, ndhahar riyen nggih” ( berhenti dulu pak, makan ya…” ujarku

“yo,,nduk,mae masak opo” ( ya nak…Ibu masak apa?)……. tanya ayah.

“gereh,kluban sama sambel trasi …pak” ( ikan asin , daun singkong rebus dengan sambal terasi ) jawabku sambil membuka isi bungkusan makanan.

” alhamdulillah” kata ayah sambil tersenyum memandangku.

Makanan makanan seperti inilah makanan terlezat untuk kami, kalau tidak ada ikan asin ya… Ibu selalu bikin urap dicampur sayur sayuran dari kebun belakang rumah. Sederhana, tapi bikin badan segar dan makanan sehat alami dari kebun sendiri.

Melihat ayah makan dengan lahapnya membuat hatiku bahagia dan dalam hati ini berkata dan berjanji. ” Ayah…suatu hari nanti pasti aku berusaha menjadi anakmu yang taat dan aku akan membuatmu bahagia, aku tidak akan membuat setiap tetes keringatmu tercucur sia sia…Aku sayang ayah “.

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Kita pasti pernah
Dapatkan cobaan yang berat
Seakan hidup ini
Tak ada artinya lagi

Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tak ada manusia
Yang terlahir sempurna
Jangan kau sesali
Segala yang telah terjadi

Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasa-Nya
Bagi hamba-Nya yang sabar
Dan tak kenal putus asa

Jangan menyerah (6x)

Syukuri apa yang ada
Hidup adalah anugerah
Tetap jalani hidup ini
Melakukan yang terbaik

Tuhan pasti kan menunjukkan
Kebesaran dan kuasa-Nya
Bagi hamba-Nya yang sabar
Dan tak kenal putus asa (2x)

Kudengarkan lagu ini sampai selesai, namun otakku masih teringat sesosok ayah yang begitu berjuang keras untuk keluarganya. Sekarang aku dah besar dan sibuk dengan segala aktifitas. Bahkan aku belum berjumpa dengan ayah sudah 6 tahun. Belum aku tunaikan janji janjiku pada ayah. Jenis anak apa aku ini? Siti memukul-mukul keningnya penuh dengan penyesalan. Dia terus bergumam, habis selama ini semua hasil kerjanya pergi kemana?

Dia memandangi laptop keluaran terbaru yang baru dibelinya, Hp canggih, Almari yang penuh dengan baju baju mahal, Rak sepatu yang penuh dengan merek ternama, tas tas yang berjenama.

“astaghfirullahal’adzim”

“ternyata… aku telah melalaikan ayah dan keluargaku” kata Siti penuh penyesalan.

Kehidupan kota metropolitan telah merubah Siti begitu tragis. Apa yang akan dilakukan Siti?

Maafin Ya


Waktu menunjukkan pukul 4 pagi, begitu lemah dan lelah tak berdaya setelah beraktifitas seharian. Yah, itulah pekerjaan yang harus dijalani meski menjelang lebaran seperti ini, namun tetap harus menjalankan kewajiban. Maklum lah, kerja di negeri orang, apapun itu pasti ada perbedaan perlakuan antara pekerja tempatan dan asing seperti saya ini, ataupun anda juga. Dimana seharusnya kita melepas rehat dan berkumpul bersama keluarga, namun kondisi kita yang harus dituntut untuk bekerja. Sangat mengiris dan menyanyat hati sungguh.

Takbir berkumandang begitu shahdu menambah luka dihati ini, karena berjauhan dengan keluarga tercinta. Berbagai aktifitas mengisi waktu waktuku selepas penat bekerja. Namun begitu, hati tetap bisa dibohongi dengan kehadiran teman teman yang meramaikan suasana saat ini. Hari ini aktifitas kami, memasak, mengemas rumah dan membuat hiasan hiasan untuk memeriahkan hari raya ini. Yup, tepatnya hari raya ke 4 yang tidak bisa aku rayakan bersama keluargaku. Sadis dan amat menyedihkan. Sering ku bertanya jenis anak apa aku ini, “Ya Allah ampunilah aku”.

Sore tadi aku sempatkan untuk menelpon keluargaku. Suara mama membuat air mataku tak terasa meleleh membasahi pipi. ” Ibu selalu mendoakanmu nak” kata ibuku semakin membuat deras air mataku mengalir. Ku pertahankan suaraku agar tetap tidak bergetar meskipun berat menghimpit dada. Aku tidak ingin membuat mamaku menangis mendengar keadaanku yang amat sedih.

Kepalaku terasa berat dan tak bisa untuk berpikir lagi. Terasa ingin menelpon mama dan saudara saudaraku, “ah…jam 4 pagi begini siapa yang masih bangun?”. Ku lupakan niatku itu. Hawa dingin semakin menusuk dikulit, suara jam dinding berdetak seolah olah mengajakku berbicara, suara angin berhembus menambah hawa dingin yang kurasakan, langit begitu gelap. Ku duduk diberanda seorang diri ditemani sunyinya suasana malam ini.

Apa yang aku rasakan saat ini, aku yakin teman teman seperantauan pun bisa merasakannya juga. Kerinduan yang begitu dalam pada keluarga tak bisa tergambarkan dengan kata kata. Melewati tulisan ini ingin kusampaikan padamu

“ma…pa dan saudaraku semua, maafkanlah atas semua dosa dan khilafku selama ini, aku bukan manusia sempurna, yang setiap saat berbuat kesalahan. Aku ingin mensucikan diri ini, jadi tolong ampuni aku. Maafkan aku yang tak bisa membuat dan memberi kebahagiaan untukmu. Andai aku mampu mengambil bintang dan rembulan, tentu aku akan mengambilnya sebelum kamu memintanya. Betapa aku sangat menyayangi kalian. Semoga Allah SWt mempertemukan kita dalam keadaan suka. Dan semoga kita semua dalam lindungan-Nya aamiin”.

Untuk teman temanku

Aku rasa dalam keseharian, aku lebih sering bersama kalian. Dan aku tahu pasti bahwa dalam perkataan dan perbuatanku ada yang menyakiti ataupun tersakiti. Aku mohon maafkanlah aku. Ikhlaskan segala yang terpakai ataupun terminum dan termakan. Maafkan aku yang tidak bisa menjadi teman terbaikmu. Namun aku pastikan bahwa aku akan selalu ada disaat kalian susah ‘ Insyaallah”. Semoga pertemanan kita diridhoi Allah SWt. aamiin.

Ingatkan aku jikalau aku tersalah jalan, bimbing aku jikalau aku tersesat, tunjukkan aku karena kebutaanku, ajari aku karena kebodohanku. Marilah kita berteman dalam hal kebaikan ” amar makruf nahi munkar”.

Terimakasih buat teman teman yang sudi membaca celotehanku. Mohon Maaf aatas segala kekurangan.IMG_0159[1]